RUKUN DAN BERSATU
Mazmur 133
Gelombang konflik dalam sebuah negara sering muncul terutama saat pergantian kepala negara atau kepala pemerintahan. Polarisasi semakin tajam ketika masa kampanye berlangsung. Pendukung fanatik masing-masing kandidat seolah bebas menyanjung jagoannya dan mencaci lawan politiknya. Jika tidak ditangani dengan baik, konflik dapat terus berlanjut meskipun penguasa baru telah terpilih. Akibatnya, pembangunan terhambat, dan rakyat jauh dari kata adil dan makmur.
Rupanya, Daud menyadari potensi konflik yang bisa menjauhkan umat dari berkat TUHAN. Alih-alih membiarkan konflik berkepanjangan, Daud mengajak semua suku Israel untuk hidup dalam persatuan yang rukun. Apa arti kehidupan rukun? Yahad, kata Ibrani, berarti kesatuan atau persatuan; di dalamnya terkandung makna damai sejahtera. Rukun bukan semata-mata ketiadaan konflik. Rukun adalah sikap aktif dari setiap entitas yang berbeda untuk mau memahami satu sama lain, menerima, dan menghormati perbedaan sambil terus berjuang mewujudkan kesejahteraan bersama. Oh, alangkah indahnya!
Di bulan proklamasi ini, mari kita hayati keragaman dalam bingkai persatuan sebagai anugerah dan kekayaan yang Tuhan titipkan di zamrud khatulistiwa ini. Kita dapat belajar dari berbagai konflik yang berujung pada ketiadaan syalom. Mulailah dengan sumbangsih sederhana, misalnya mewujudkan kerukunan di rumah kita. Selanjutnya, nikmati berkat Tuhan itu! (Wasiat)
DOA: Ya Tuhan, jauhkanlah bangsa kami dari bencana perpecahan. Peliharalah persatuan yang telah lama diperjuangkan oleh para pendahulu kami. Amin.